Jumat, 31 Mei 2013

Kali ini aku ingin banget mengkuotes kata-kata mutiara dari novel yang berjudul "9 Matahari". Novel 9 Matahari ini merupakan buku seri pertama, seri keduanya berjudul "23 Episentrum" yang kutipan-kutipannya ada di postingan aku, disini. Novel ini ditulis oleh Adenita, novel ini berkisah tentang perjuangan seorang mahasiswi yang bernama Matari Anas, tentang perjuangannya untuk mencapai gelar sarjana yang menurut kebanyakan orang dengan cara yang sedikit 'memalukan', yaitu dengan jalan berhutang. Tetapi akhirnya semua perjuangan itu terbayar lunas, akhirnya ia mendapatkan apa yang ia impikan selama ini, yaitu diwisuda menjadi sarjana ilmu komunikasi. Bagi kalian yang ingin tahu sampul depan novel ini, akan saya beri gambar sampul depan novel 9 Matahari, di bawah ini, so tetep stay tuned sama Putri, yach.... (^_^) (^_^)


Berikut kutipan-kutipan yang memotivasi kita para pencari ilmu untuk terus berusaha dan tetep semangat dalam mencari ilmu yang banyak tersebar di dalam novel 9 Matahari...>>>
  1. "Mimpi adalah sesuatu yang terikat atau yang dialami dalam tidur. Sedangkan, impian adalah cita-cita atau keinginan yang mustahil atau susah dicapai. Ah... tapi menurut kamus hati dan pikiranku, impian adalah cita-cita atau keinginan yang bisa dicapai dengan faktor-faktor tertentu, seperti usaha, kemauan yang kuat, dan doa. Dan.... kepercayaan. Ya, kepercayaan begitu kuat mendorong seseorang untuk maju. Bahkan ketika raganya dirasa sudah tidak mampu lagi untuk bekerja. Ada akal di sana, ada semangat, ada sebuah roda yang bahkan sudah kempis atau bocor sekalipun. Roda itu memang tidak lagi bisa berputar, tapi ia mampu bergerak dan berpindah tempat bukan dengan berputar, tapi dengan cara didorong dan diseret. Apa pun... tapi roda itu berpindah tempat!"
  2. "Impianku… oh aku sudah memberikannya nyawa. Aku menghidupkannya dalam hari-hariku. Ketika membuka mataku saat mengawali hari, aku menyapanya. Seperti aku menyapa matahari. Ketika beraktivitas, aku biarkan dia menyelusup ke dalam hatiku, mengintip perasaanku, dan membiarkannya berteriak bahwa ia menungguku. Aku meletakkannya dalam takhta tertinggi di pikiranku. Mengalirkan lewat darahku. Membiarkan semua partikel dalam tubuhku merasakan sensasinya. Aku biarkan tanganku meraba sebentar seperti apa wujudnya. Merasakan setiap detail keindahannya. Aku biarkan hasratku berkembang pesat. Tumbuh… tumbuh menjulang tinngi. Menyentuh langit, mendekati matahari. Impianku seperti pohon yang menjulang tinggi. Puncaknya menembus awan. Tapi akarnya menancap tanah. Aku membiarkan impianku itu tertanam jauh dalam hatiku. Ragaku ada di bumi, tapi kubiarkan jiwaku melesat, bersamanya jauh… kuikuti ke mana pun ia bermain.... Terbang… terbanglah melayang tinggi… Seperti layang-layang yang diulur dan menari di atas sana. Kubiarkan dirimu meliuk dilihat semua mata… sampaikan bahwa aku ada!“
  3. "....orang hebat adalah orang yang bisa bersalaman dengan kesulitan. Jadi kalau kamu semua lagi punya kesulitan, hadapi! Jangan takut... Ibaratnya gini loh, kamu sudah memutuskan untuk menceburkan diri ke sungai maka pilihannya adalah terus berenang untuk sampai ke tepian dan meraih semuanya. Menyerah bukan pilihan untuk hidup. Karena menyerah cuma akan membuat kamu tenggelam di tengah sungai dan mati tanpa diketahui orang."
  4. "Ibarat orang terjatuh, aku harus bangkit dulu dan memastikan kakiku cukup kuat untuk berjalan atau berlari, baru mengulurkan tangan untuk membantu."
  5. "Ikhlas itu nggak pakai tapi, Sayang. Ikhlas berarti kamu menerima segalanya dengan lapang hati kesalahan dalam bentuk apa pun yang sudah pernah terjadi. Biarkan hati kita seluas lautan. Ibarat setitik tinta yang kalau kamu teteskan di segelas air dan bakal bikin airnya hitam, beda dengan kalau kamu teteskan ke laut. Ngerti'kan, Tar? Karena lautan itu luas, dan seperti itulah harusnya hatimu ketika kamu bilang ikhlas, Tari... Sudah tidak ada lagi yang tersisa."
  6. "Bukan dilupakan, Tar, tapi di-release, didikhlaskan... Kalau kamu nggak bisa mengikhlaskan sebuah masalah itu, dia akan mendatangi kamu lagi suatu saat nanti, entah besok, lusa, tahun depan, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, bahkan mungkin sepanjang kamu hidup. Karena, kamu nggak pernah menyelesaikannya. Kamu mau dihantui penyesalan seumur hidup kamu?"
  7. "Ini chapter hidup kamu, Tar. Selesaikan chapter ini dan Sang Pembuat Kisah Hidup kita akan memberikan chapter baru...."
  8. "Masalah itu adalah jawaban, Tar. Jadi sebenarnya apa yang sudah terjadi sama kamu ini adalah jawaban, tapi jawaban itu karena apa...?" "Pertanyaan...." "Betul, kalau ini semua adalah jawaban, maka pertanyaannya adalah kenapa kamu yang masih muda belia ini dikasih semua ini? Berjalan terus, Tar. Jangan berhenti dan menyerah pada keadaan ini. Ini kesempatan kamu untuk mengungkap pesan itu. Bahwa, ada sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh Pemilik Alam ini supaya kamu terlibat dalam evolusi kosmik ini. Supaya kamu yang sudah mengalami berbagai hal ini bisa berbagi pada yang lain. Dasyat, Tar... pesan yang sangat dahsyat! Kamu bisa jadi energi buat orang lain. Kamu bisa jadi energi buat orang lain. Kamu bisa jadi inspirasi buat orang lain! Ibarat naik menuju menara, orang lain masih di tangga ketiga, kamu sudah melesat di tangga kelima karena kamu lebih cepat. Ini lebih dari sekolah yang kamu perjuangkan sekarang. Sekarang ini kamu menjadi bagian dari sekolah kehidupan yang tidak semua orang bisa dapatkan seusia kamu."
  9. ".... kalau kamu menghayati makna belajar yang sesungguhnya bahwa sebenarnya setiap hari itu kita belajar, banyak hal yang tidak diajarkan di sekolah formal tapi justru dalam kehidupan nyata. Memangnya di kampus atau sekolah kamu diajarkan bagaimana menghadapi masalah seperti yang kamu hadapi sekarang? Dari mana kamu tahu cara merasakan ikhlas hati, kalau kamu tidak bertemu dengan masalah. Dan tahu pahitnya gagal, kalau tidak mengalami sendiri? Apa diajarkan bagaimana supaya kita jadi orang yang kuat tanpa kita dikasih ujian....? Nggak, Tar! Kalau kamu minta menjadi orang yang sabar, maka tidak serta-merta kamu diberikan orang-orang yang sabar di sekitar kamu. Biasanya malah kamu akan dipertemukan dengan orang-orang yang akan menguji tingkat kesabaran kamu itu. Semuannya itu didapatkan dari sekolah kehidupan ini, sayang.... Sekolah kehidupan memang nggak punya ijazah, nggak punya titel. Tapi, sekolah itu yang akan memberikan label pada kita, seperti apa kita ingin dikenal dalam hidup kita."
  10. "Kalau kamu bilang sulit maka ini akan jadi sulit. Tapi kalau kamu bilang mudah, maka pikiran dan semua tubuhmu akan bilang mudah dan dia akan bergerak mengikuti pikiran kamu yang mengatakan mudah...."
  11. "Kalah dengan cara terhormat lebih baik bagiku daripada menang dengan cara nista."
  12. "Terkadang dalam hidup, tanpa sadar mungkin kamu mudah sekali menunjuk orang lain sebagai penyebab kegagalan. Padahal barangkali kegagalan itu ada pada diri kamu sendiri. Bukan juga kemudian jadi terus menyalahkan diri, tapi kamu diajak untuk melihat sebuah permasalahan secara menyeluruh dan mengevaluasi peran kamu sendiri terlebih dulu sebelum menunjuk orang lain. Fokus pada pemecahan masalah, bukan terus mengkambinghitamkan orang lain."
  13. "Putuskan rantai dendam yang ada dalam diri kamu. Dendam membuat hati kamu jadi keruh, kotor, butek, lemah, dan nantinya akan membusuk. Ibarat perang, hati itu adalah panglima. Bayangkan, sang panglima tertinggi yang harus membuat keputusan-keputusan penting dalam waktu singkat malah terserang sakit, lemah tak berdaya."
  14. "Ikhlas itu adalah bersyukur bahwa apa yang kita dapat hari ini adalah hal terbaik yang diberikan oleh Sang Pemilik Rezeki. Bahwa, masalah yang kamu hadapi saat ini adalah rezeki terbaik bagi kamu. Ingat, Dia tidak pernah salah memilihkan peran dan skenario hidup seseorang."
  15. "Perbaiki hubunganmu dengan Pemilik Jiwa-mu dan Dia akan mengurus semua urusanmu di dunia, serumit apa pun itu!"
  16. "Karakter seseorang itu menentukan cara pandang dan perilakunya."
  17. "Orang besar harus selalu siap dengan berbagai perubahan hidup."
  18. "You can change all things for the better when you change your self for the better." Jim Rhon.
  19. "Nothing happens until somebody brand something."
  20. "Sebuah karya yang baik memang terkadang lahir dari painfull..."
  21. "Don't judge a book by its cover...."
  22. "Do try to global your self and think different, but still, we have act and living locally."
  23. "You can't choose your family, but you can choose your friend to be your family." Anonim.
  24. "Miracles happen everyday." Anonim.
  25. "A good heart is better than all the head in the world."
  26. "Obrolan bisa hidup kalau kita mau memancing kesukaan lawan bicara!"
  27. "Seorang pemenang adalah seorang yang berhasil menyelesaikan setengah pekerjaannya ketika orang lain sedang terlelap....."
  28. "The things always happens that you really believe in, and the belief in a thing make it happen..."
  29. "Kalau menginginkan kemakmuran satu tahun, tanamlah gandum. Kalau menginginkan kemakmuran sepuluh tahun, tanamlah pohon. Kalau menginginkan kemakmuran seratus tahun, kembangkanlah orang." (Pepatah China).
  30. “Tar, semua orang pasti tahu angka sepuluh adalah angka tertinggi. Tapi buat gue, sembilan itu angka yang pas buat diri gue melambangkan betapa bernilai dan berharganya sesuatu itu buat gue. Angka itu berada di atas rata-rata, tapi masih menyisakan satu ruang untuk terus mencapai kesempurnaan. Angka 9 masih terus mencari perbaikan diri untuk menjadi 10. Itu yang akan membuatnya terus bergerak, melakukan hal yang lebih baik dari waktu ke waktu. Dari bentuknya , angka 9 lebih menawan. Kalau lu perhatiin angka 8 itu membuat dua bulatan yang tertutup. Sementara angka 9, bagian atasnya membentuk sebuah lingkaran yang menurut gw itu adalah ruang pribadi bagi setiap orang. Seperti sebuah tempat untuk menyimpan keyakinan yang tidak akan terganggu. Sementara buntut di bawahnya adalah ruang terbuka, tempat orang itu bisa terus mengasah dirinya untuk menerima wawasan dan pengetahuan baru, serta akhirnya membuat dirinya terus menerus termotivasi untuk bisa lebih baik lagi. Dan, sembilan itu adalah nilai buat seorang yang terus membawa impiannya dengan semangat matahari, sembilan itu nilai buat seorang Matari."
  31. "Tidak ada yang salah dengan menaruh harapan. Toh kita tidak repot untuk mengeluarkannya. Tidak ada satu sen pun yang berkurang dari rupiah yang kita punya. Tak perlu juga mengeluarkan keringat karena harapan tidak membutuhkan tenaga untuk mengeluarkannya. Dengan hanya tersenyum, sesungguhnya aku sudah bisa memberikan harapan pada orang lain."
  32. "Sebuah keniscayaan adalah sesuatu yang dapat dilihat dari banyak sudut. Seperti anak kecil dengan rasa ingin tahunya,..."
  33. "...sebuah impian besar dibangun dari kepingan kecil yang nyata."
  34. "Jangan pernah berhenti buat menggenggam matahari, Tar. Seperti nama lu, Matari, lu pasti memang diharapkan menjadi seperti matahari. Matahari yang nggak akan bergeser kalau bulan dan bintang belum muncul. Matahari yang akan terus-menerus memberi energi, kehangatan, dan cahaya buat alam semesta. Kadang dia dicaci kalau bersinar terlalu terik, kadang dia juga diprotes kalau tampak sayu dan sedikit bermalas-malasan. Tapi.... nggak peduli apa pun itu, matahari selalu muncul setiap hari dengan segala yang dia punya. Dia juga harus berbagi peran dengan bulan dan bintang. Tapi, bukan berarti matahari itu berhenti bersinar, justru dia lagi bersinar hangat di belahan bumi yang lain. Matahari yang mengajarkan banyak pada kita untuk terus berbagi. Supaya, kita benar-benar tahu peran kita dan bisa merasakan jiwa kita hidup..."
Nah, itulah sekilas kutipan-kutipan yang memotivasi dari novel yang berjudul 9 Matahari karya Adenita. Sangking banyaknya kata-kata yang memotivasi di dalam novel 9 Matahari ini, sampe-sampe jari-jariku hingga teoll dibuatnya... hadeoohh padahal badan kerempengku ini dari tadi pagi hingga sekarang lagi gak fit, rasanya adem-panas gak keruan, tapi demi pembaca sekalian, aku bela-belain tahan ngetik supaya bisa berbagi semangat dan berbagi ilmu untuk semua pembaca sekalian, n sekalian yahh doain aku supaya lekas sembuh... amiiinnn.... Udah dulu yaaaah.... lain kali aku sambung lagi, bye.....

0 komentar:

Posting Komentar