Sabtu, 15 Juni 2013

Okey ini postingan pamungkas dari terusan postingan aku yang ini, ini dan ini. Semuanya sepaket dengan postingan mengenai "Trilogi Negeri 5 Menara". Bagi yang penasaran sama cover depan novel Negeri 5 Menara, ini aku kasii gambarnya.


Seperti biasa sebelum menuju ke kutipan-kutipan dari novel Negeri 5 Menara ini, aku akan menuliskan sebuah Syair dari Imam Syafii (767-820M) yang terdapat di halaman depan novel Negeri 5 Menara ini. So, teteap stay tuned yaa.... #maksa. 

Orang berilmu dan beradap tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, 
kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam 
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

Itulah syair dari Imam Syafii yang terdapat di halaman depan novel Negeri 5 Menara ini, semoga dapat memotivasi kita semua. Berikut kutipan-kutipan yang memotivasi dari novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi.
  1. "Man Jadda Wajada." (Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil).
  2. "Amak ingin anak laki-lakiku menjadi seorang pemimpin agama yang hebat dengan pengetahuan yang luas. Seperti Buya Hamka yang sekampung dengan kita itu. Melakukan amar ma'ruh nahi munkar, mengajak orang kepada kebaikan dan meninggalkan kemungkaran."
  3. "Menjadi pemimpin agama lebih mulia daripada jadi insinyur, Nak."
  4. "...Belajar ilmu agama sama dengan berjihad di jalan Allah."
  5. "Uthlubul ilma walau bisshin", artinya "tuntutlah ilmu, bahkan walau ke negeri sejauh China." "Ke Cina saja disuruh, apalagi hanya sekedar ke Jawa Timur."
  6. "Bagi kita disini, seni penting untuk menyelaraskan jiwa dan mengekspresikan kreatifitas dan keindahan. Hadis mengatakan: Innallaha jamiil wahuwa yuhibbul jamal. Sesungguhnya Tuhan itu indah dan mencintai keindahan."
  7. "Allahumma zidna ilman war zuqna fahman... Tuhan tambahkanlah ilmu kami dan anugerahkanlah pemahaman..."
  8. "Akhi, sekarang semakin banyak orang menjadi tak acuh terhadap kebobrokan yang terjadi di sekitar mereka. Metode jasus adalah membangkitkan semangat untuk aware dengan ketidakberesan di masyarakat. Penyimpangan harus diluruskan. Itulah inti dari qulil haqqa walau kaana murran. Katakanlah kebenaran walau itu pahit. Ini self correction, untuk membuat efek jera."
  9. "Mandirilah maka kamu akan jadi orang merdeka dan maju. I'timad 'ala nafsi, bergantung pada diri sendiri, jangan dengan orang lain. Cukuplah bantuan Tuhan yang menjadi anutanmu."
  10. "Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menentukan misinya dalam hidup."
  11. "Misi yang dimaksud adalah ketika kalian melakukan sesuatu hal positif dengan kualitas sangat tinggi dan di saat yang sama menikmati prosesnya. Bila kalian merasakan sangat baik melakukan sesuatu hal dengan usaha yang minimum, mungkin itu adalah misi hidup yang diberikan Tuhan. Carilah misi kalian masing-masing. Mungkin misi kalian adalah belajar Al-Qur'an, mungkin menjadi orator, mungkin membaca puisi, mungkin menulis, mungkin apa saja. Temukan dan semoga kalian menjadi orang yang bahagia."
  12. "Ada dua hal yang paling penting dalam mempersiapkan diri untuk sukses, yaitu going the extra miles. Tidak menyerah dengan rata-rata. Kalau orang belajar 1 jam, dia akan belajar 5 jam, kalau orang berlari 2 kilo, dia akan berlari 3 kilo. Kalau orang menyerah di detik ke 10, dia tidak akan menyerah sampai detik 20. Selalu berusaha meningkatkan diri lebih dari orang biasa. Karena itu mari kita budayakan going the extra miles, lebihkan usaha, waktu, upaya, tekad dan sebagainya dari orang lain. Maka kalian akan sukses."
  13. "Resep lainnya adalah tidak pernah mengizinkan diri kalian dipengaruhi oleh unsur di luar kalian. Oleh siapa pun, apa pun, dan suasana bagaimana pun. Artinya, jangan mau sedih, marah, kecewa dan takut karena ada faktor luar. Kalianlah yang berkuasa terhadap diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain. Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar. Kalian punya pilihan di lapisan diri kalian paling dalam, dan itu tidak ada hubungannya dengan pengaruh luar."
  14. "Jadi pilihlah suasana hati kalian, dalam situasi paling kacau sekalipun. Karena kalianlah master dan penguasa hati kalian. Dan hati yang selalu bisa dikuasai pemiliknya, adalah hati orang sukses."
  15. "Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Sungguh Tuhan Maha Mendengar."
  16. "Bacalah Al-Qur'an dan hadist dengan mata hati kalian. Resapi dan lihatlah mereka secara menyeluruh, saling terkait menjadi pelita bagi kehidupan kita." 
  17. "Bila kamu melihat kemungkaran, ubahlah dengan tanganmu, kalau tidak mampu, ubahlah dengan kata-kata, kalau tidak mampu juga, dengan hatimu."
  18. "Surga itu ada di bawah telapak kaki ibu."
  19. "Janganlah ananda lihat di bawah selop ibu kalian ada surga, yang ada hanya tanah. Yang harus kalian cari adalah ridho ibu, karena dengan ridhonyalah pintu-pintu surga terbuka buat kalian. Surga yang air sungainya adalah madu dan susu, dan buah-buah aneka warna dan rasa bergelantungan setinggi tangan saja."
  20. "Tahukah kalian birrul walidain? Artinya berbakti kepada orang tua. Mereka berdua adalah tempat pengabdian penting kalian di dunia. Jangan pernah menyebutkan kata kasar dan menyebabkan mereka berduka. Selama mereka tidak membawa kepada kekafiran, wajib bagi kalian untuk patuh."
  21. "Seorang pernah bertanya urutan orang yang harus dihormati dan dihargai. Rasulullah menjawab, "ibumu". Dia bertanya lagi, "kemudian siapa?". Beliau menjawab, "ibumu". Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa?", Beliau menjawab,"ibumu", dia bertanya lagi, "kemuadian siapa?". Beliau menjawab, "ayahmu".
  22. "Anak-anakku, ilmu bagai nur, sinar. Dan sinar tidak bisa datang dan ada di tempat yang gelap. Karena itu, bersihkan hati dan kepalamu, supaya sinar itu bisa datang, menyentuh dan menerangi kalbu kalian semua."
  23. "...siapa yang menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas, dia mendapat kehormatan sebagai mujahid, pejuang Allah. Bahkan kalau mati dalam proses mencari ilmu, dia akan diganjar dengan gelar syahid, dan berhak mendapat derajar premium di akhirat nanti. Tidak main-main, Rasulullah sendiri yang mengatakan agar kita menuntut ilmu dari orok sampai menjelang jatah umur kita expied. Uthlub ilma minal mahdi ila lahdi. Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat."
  24. "Kerahkan semua kemampuan kalian belajar! Berikan yang terbaik! Baru setelah segala usaha disempurnakan berdoalah dan bertawakkal lah. Tugas kita hanya sampai usaha dan doa, serahkan kepada Tuhan selebihnya, ikhlaskan keputusan kepadaNya, sehingga kita tidak akan pernah stres dalam hidup ini. Stres hanya bagi orang yang belum berusaha dan tawakal. Ma'annajah, good luck."
  25. "Man thalabal 'ula sahiral layali. Siapa yang ingin mendapatkan kemuliaan, maka bekerjalah sampai jauh malam."
  26. "Tuhan itu bisa mendatangkan rezeki kepada manusia dari jalan yang tidak pernah kita sangka-sangka."
  27. "Sampaikanlah kebaikan dan nasihat walau satu ayat."
  28. "I'malu fauqa ma'amilu. Berbuat lebih dari apa yang diperbuat orang lain."
  29. "Kullukum ra'in wakullukum masulun an raiyatihi. Setiap orang itu pemimpin, dan setiap orang bertanggung jawab atas apa yang dimpimpinnya. Setiap orang adalah pemimpin, tidak peduli siapa pun, paling tidak untuk diri mereka sendiri."
  30. "Allahumma zidna ilman warzuqna fahman.... Tuhan tambahkan ilmu kami dan anugerahkan pemahaman kepada kami...."
  31. "Maksudku, kalau kita berusaha sedikiiiiiiiiiit saja lebih baik dari orang kebanyakan, maka kita jadi juara. Ingat, filosofinya: sedikit saja lebih baik dari orang lain. Itu artinya perbedaan sepersekian detik, satu ruas jari tadi. Kita bisa dan kita mampu jadi juara kalau mau!"
  32. "Anakku, selamat berjuang. Hidup sekali, hiduplah yang berarti."
Itulah kutipan-kutipan yang memotivasi dari novel Negeri 5 Menara ini, dan ini sekaligus postingan pamungkas dari postingan-postingan mengenai "Trilogi Negeri 5 Menara". Dari banyaknya proses dan juga banyaknya kutipan-kutipan yang ada di dalam novel Negeri 5 Menara, dibutuhkan total 4 hari untuk mengetik postingan ini, dan juga dibutuhkan 3 hari untuk membaca novel Negeri 5 Menara ini dari lembar awal hingga akhir. Jadi, total dibutuhkan 7 hati 6 malam untuk menyelesaikan postingan ini. Semoga dengan perjuangan panjang ini, semua pembaca dapat menerima postingan ini dengan lapang dada dan dapat diambil hikmahnya dari kutipan-kutipan yang mampu memotivasi dan dapat diambil pelajarannya untuk kehidupan sehari-hari. Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat.

6 komentar: